Jakarta, Aktual.co —Komisi Pemantau Legislatif (Kopel) berpendapat ada dua program dan pos alokasi anggaran di RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) DKI 2015 yang perlu dikritisi.
Pertama, Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2015 yang ditargetkan Rp44 triliun atau meningkat 11 persen dari tahun 2014 yang hanya sebesar Rp39,5 triliun. 
Kopel menilai target PAD DKI sebesar itu dianggap kurang realistis. Melihat rendahnya capaian PAD sesuai pelaporan realisasinya sampai 31 Mei 2014 yang hanya mencapai 25 persen dari target
“Ini hasil sendiri, kami telah melakukan analisis atas KUA-PPAS (Kebijakan Umum APBD dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara) tersebut,” kata Direktur Kopel, Syamsuddin Alimsyah, dalam rilis akhir tahun Kopel, Rabu (31/12). 
Sedang yang kedua, adalah kinerja dalam membelanjakan APBD yang selama ini selalu mengalami silpa atau saldo yang jumlahnya cukup fantastis. 
Menurutnya silpa anggaran DKI Jakarta selama tiga tahun terakhir ini secara berturut-turut tergolong cukup tinggi. Sangat disayangkan uang mengendap di kas daerah triliunan rupiah tidak dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan publik. 
“Padahal di DKI ini masih banyak yang perlu dibenahi. Berdasarkan realisasi anggaran tahun 2011 – 2013 dan estimasi dalam tahun berjalan 2014, uang yang mengendap di kas daerah Pemerintah,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh: