1 dari 7
Bedjo Untung (kanan), Sudarno (tengah), dan Saunar Ahmad (kiri) dari Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965/1966 memberi keterangan pers usai bertemu dengan Menkopolhukam di Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (9/5/2016). YPKP menyerahkan rangkuman dokumen kuburan massal korban tragedi 1965 kepada Menkopolhukam Luhut Pandjaitan.
Sudarno dari Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965/1966 memberi keterangan pers usai bertemu dengan Menkopolhukam di Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (9/5/2016). YPKP menyerahkan rangkuman dokumen kuburan massal korban tragedi 1965 kepada Menkopolhukam Luhut Pandjaitan.
Bedjo Untung (kanan), Sudarno (tengah), dan Saunar Ahmad (kiri) dari Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965/1966 memberi keterangan pers usai bertemu dengan Menkopolhukam di Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (9/5/2016). YPKP menyerahkan rangkuman dokumen kuburan massal korban tragedi 1965 kepada Menkopolhukam Luhut Pandjaitan.
Sudarno dari Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965/1966 memberi keterangan pers usai bertemu dengan Menkopolhukam di Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (9/5/2016). YPKP menyerahkan rangkuman dokumen kuburan massal korban tragedi 1965 kepada Menkopolhukam Luhut Pandjaitan.
(dari kanan, baris depan) Legini, Saunar Ahmad, Kusnendar, Sudarno, (baris belakang) Bedjo Untung, Zubaidiah Hasan, Handoyo yang merupakan anggota dari Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965/1966 usai bertemu dengan Menkopolhukam di Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (9/5). YPKP menyerahkan rangkuman dokumen kuburan massal korban tragedi 1965 kepada Menkopolhukam.
(dari kanan, baris depan) Legini, Saunar Ahmad, Kusnendar, Sudarno, (baris belakang) Bedjo Untung, Zubaidiah Hasan, Handoyo yang merupakan anggota dari Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965/1966 usai bertemu dengan Menkopolhukam di Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (9/5). YPKP menyerahkan rangkuman dokumen kuburan massal korban tragedi 1965 kepada Menkopolhukam.
(dari kanan, baris depan) Legini, Saunar Ahmad, Kusnendar, Sudarno, (baris belakang) Bedjo Untung, Zubaidiah Hasan, Handoyo yang merupakan anggota dari Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965/1966 usai bertemu dengan Menkopolhukam di Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (9/5). YPKP menyerahkan rangkuman dokumen kuburan massal korban tragedi 1965 kepada Menkopolhukam.
Artikel ini ditulis oleh:

















