Halmahera Selatan, aktual.com – Sejumlah korban gempa bumi Halmahera Selatan masih menempati tempat pengungsian darurat yang dibangun sendiri oleh warga dari kayu beratap daun rumbia.

Asma, salah seorang warga Desa Balitata, Kecamatan Gane Barat, Kamis (18/7) mengatakan ia mengungsi karena rumahnya rusak akibat gempa magnitudo 7,2 yang menggoyang Halmahera Selatan pada Minggu (14/7).

“Rumah rusak, kami juga masih takut untuk pulang,” katanya.

Asma merupakan salah satu dari 150 kepala keluarga asal Desa Balitata yang mengungsi ke ketinggian sekitar dua kilometer dari desa mereka.

Warga trauma akibat gempa tersebut sehingga mereka terpaksa mengungsi ke lokasi yang tinggi meski tempat pengungsian dibangun secara darurat bertiang kayu dengan atap rumbia tanpa dinding dan alas seadanya, bahkan ada dari daun.

Mereka berinisiatif membangun pengungsian darurat dengan bahan seadanya.

Saat rombongan Kementerian Sosial tiba di lokasi pengungsian, anak-anak terlihat sedang duduk berkumpul di tenda. Sementara satu tenda peleton dari Kemensos sudah terpasang. Kemensos menyalurkan 200 paket sembako ke titik pengungsi di Desa Balitata.

Pada kesempatan itu, Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin mengatakan kehadiran rombongan menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.

Dirjen Dayasos didampingi inspektur Jenderal Dadang Iskandar, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos Rachmat Koesnadi dan Direktur Pengumpulan dan Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial ( PPSDBS) Hotman meninjau lokasi pengungsian.

Sementara Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Kepala BNPB Doni Monardo mengunjungi Desa Gane Luar yang merupakan daerah terparah terdampak gempa.

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp1,39 miliar untuk korban gempa di Maluku Utara berupa kebutuhan dasar pengungsi seperti tenda, makanan dan sandang serta peralatan kebersihan.

Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 mengguncang Halmahera Selatan pada Minggu (14/7) pukul 16.10 WIB dengan kedalaman 10 kilometer akibat pergerakan sesar aktif Sorong-Bacan.

Dampak gempa telah menyebabkan sebanyak 971 unit rumah rusak dan 3.104 jiwa terpaksa harus mengungsi karena masih mengalami trauma.

Ant.

(Zaenal Arifin)