Korban investasi bodong melakukan aksi di depan Gedung Kejaksaan Agung RI. Foto: ist.

Jakarta, aktual.com – Ratusan korban investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, pada Senin (11/7/2022), melayangkan somasi ke Kejaksaan Agung. Hal ini dilakukan atas dugaan perbuatan melawan hukum dengan modus P19 mati.

Kuasa hukum para korban Alvin Lim dari LQ Indonesia Lawfirm, mengatakan somasi tersebut ditujukan kepada Jaksa Agung, Jaksa Muda Pidana Umum (Jampidum), dan Direktur Tindak Pidana Umum Lain (TPUL) atas kerugian materiil sejumlah Rp800 Milyar dan imateriil Rp15 Triliun.

“Tidak mungkin perbuatan anak buah kejagung menerbitkan P19 Mati tanpa sepengetahuan atasan/pimpinan kejaksaan. Oleh karena itu para korban mengajukan proses hukum, dengan tujuan agar di pengadilan bisa dibuka dan diekspose modus P19 mati ini karena lepasnya Henry Surya dari tahanan,” kata Alvin Lim di Jakarta, Senin (11/7/2022).

Alvin melanjutkan selama ini Jaksa Agung selalu gembar gembor akan pencitraan dengan restorative justice penjahat kelas teri dan melepaskan penjahat kelas kakap dari jeratan hukum.

“Masyarakat harus pintar, oknum Kejaksaan Agung, dalam kasus Pinangki saja hanya menuntut 4 tahun, tapi kuasa hukum para korban investasi bodong direkayasa dan dituntut maksimal 6 tahun atas perkara yang sudah ada putusan Incracth dari MA (Mahkamah Agung),” ucapnya.

(Zaenal Arifin)