Jakarta, Aktual.co — Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro memastikan bahwa Pemerintah Indonesia tidak berutang ke International Monetary Fund (IMF). Menurutnya, kalaupun ada utang, itu berasal dari Bank Indonesia (BI) sekitar USD2,79 miliar untuk pengelolaan devisa.
“Itu bukan utang yang harus dibayar. Saya tegaskan tidak ada utang, kita hanya ada ke World Bank, ADB (Asia Development Bank), dan lainnya,” ujar Bambang di Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (28/4).
Sementara itu, Direktur Komunikasi BI, Peter Jacobs membenarkan bahwa Pemerintah Indonesia tidak memiliki utang ke IMF. Menurutnya, USD2,79 miliar adalah aset IMF di BI karena IMF memiliki surat di semua Bank Sentral, termasuk BI.
“Dan dicatat di BI sebagai kewajiban Bank Sentral kepada pihak non-penduduk alias per definis ekonomi internasional merupakan utang,” jelas Peter melalui pesan singkatnya kepada Aktual.co.
Peter juga mengatakan alasan IMF menepatkan asetnya di Indonesia, yaitu untuk menjaga likuiditas global IMF menciptakan likuiditas denan denominasi SDR dan mengalokasikannya ke seluruh negara anggota.
“Pemberian dan pembatalan kembali alokasi SDR ini dilakukan atas persetujuan members dan semua members menerima alokasi sesuai dengan kuota masing-masing anggota,” pungkasnya.
Sebelumnya, pidato Presiden Joko Widodo saat membuka Konferensi Asia Afrika yang menyebut bahwa perekonomian dunia tidak semestinya hanya bergantung pada Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia dan Asian Development Bank rupanya berbuntut panjang. Jokowi sempat meluruskan tafsir masyarakat dengan mengatakan bahwa Indonesia tidak anti dengan IMF, Bank Dunia dan ADB.
“Siapa yang bilang Indonesia anti-IMF. Siapa? Kita kan masih minjem uang ke sana (IMF),” kata Jokowi di Bandara Halim Perdanakusumah sebelum berangkat ke Malaysia mengahdiri KTT Asean beberapa waktu lalu.
Tak berhenti sampai di situ, pernyataan Jokowi yang menyebut Indonesia masih berutang ke (IMF) dan Bank Pembangunan Asia (ADB) lantas dikritik bahkan dikoreksi oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Pak Jokowi mengatakan yg intinya Indonesia masih pinjam uang ke IMF. Berarti kita dianggap masih punya utang kepada IMF,” kata SBY, seperti dikutip Aktual.co dari akun twitter resminya, @SBYudhoyono, pada Selasa (28/4)
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















