Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus berupaya mewujudkan Kendari sebagai kota hijau dan bersih yang laik huni.

Wali Kota Kendari, Asrun di Kendari, Minggu (10/5), mengatakan, agar Kendari menjadi “kota hijau” laik huni maka dimaksimalkanlah kawasan-kawasan dan ruang terbuka hijau. Itu semua tentu menuntut keterlibatan semua pihak.  “Keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan gerakan hijau dan bersih, dengan memaksimalkan ruang terbuka hijau yang ada,” ujarnya.

Ia mencontohkan, penataan taman Kantor Wali Kota Kendari yang dulu tak terawat dan sepi. kini menjadi salah satu kawasan pusat aktifitas warga.  Taman Kota Kendari saat ini sudah dimanfaatkan warga untuk bercengkerama akhir pekan bersama keluarga, pusat kegiatan olah raga, pagelaran kesenian maupun untuk kegiatan kepemudaan.

Untuk menciptakan kota hijau, Pemkot selain memaksimalkan ruang terbuka, juga menerapkan konsep bangunan hijau, program sekolah ramah lingkungan maupun memaksimalkan pengelolaan tempat pemrosesan akhir (TPA) Puuwatu.  “Kita juga melakukan langkah-langkah lain di antaranya, penataan dan pengembangan pasar dan PKL, revitalisasi pemukiman pemulung menjadi kampung mandiri energi dan menyiapkan fasilitas transportasi masal bus translulo,” ujarnya.

Dalam pengelolaan sampah, lanjut Wali Kota,  Kendari telah melakukan berbagai terobosan pemanfaatan sampah untuk energi alternatif.   Gas Metan yang dihasilkan dari pembusukan sampah sudah digunakan untuk memasak dan penerangan warga di kampung mandiri energi.

Artikel ini ditulis oleh: