Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendapat penghargaan pertama atas Pelayanan Informasi melalui Internet kategori Kementerian / Lembaga Pemerintah Non Kemeterian (LPKN) / Badan Usaha Milik Negara (BUMN) / Perguruan Negeri Tinggi (PTN) pada Anugerah Media Humas (AMH) 2014.
Penghargaan untuk KPK dan PLN, diberikan Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas). Selain KPK (terbaik pertama) dan PLN (terbaik kedua), penghargaan yang sama pun diberikan untuk Universitas Brawijaya.
Pelayanan Informasi melalui Internet dinilai berdasarkan Kinerja website perusahaan dengan indikator desain visual, loading time, interactivity(kemampuan webiste untuk mengakomodir respond dari pengguna website), usability(kemampuan sistem agar mudah digunakan). Selain itu dinilai juga dari konten / isi dari website apakah ada ketersediaan informasi publik sesuai dengan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
Website PLN (www.pln.co.id) memang mengakomodir informasi-informasi sesuai amanat UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Informasi KIP tersebut dikelompokkan menjadi satu menu KIP, sehingga masyarakat yang ingin mengetahui informasi perusahaan seperti laporan tahunan, laporan keberlanjutan, laporan keuangan, RUPTL dan lain-lain dengan mudah dapat mengaksesnya.
“Pelayanan informasi publik melalui internet menjadi sangat penting di era teknologi informasi saat ini. Hal ini juga diperkuat melalui Keputusan Direksi (Kepdir) No. 501.K/DIR/2012 tentang Pelayanan, Pengungkapan dan Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan PT PLN (Persero). Tahun lalu, PLN berhasil meraih penghargaan dari Komisi Informasi Pusat sebagai terbaik 1 Keterbukaan Informasi Publik 2013 untuk kategori BUMN,” demikian dikutip dari laman resmi PLN, Kamis (26/11).
Keterbukaan informasi juga sejalan dengan salah satu pilar yang melandasi program PLN Bersih yaitu transparansi dimana keterbukaan informasi dan sikap responsif terhadap permintaan informasi publik sangat menentukan dan penting dalam pembangunan budaya PLN Bersih.
Bakohumas adalah sebuah lembaga Forum Koordinasi dan Kerjasama antar Humas Lembaga Pemerintah, Lembaga Negara serta BUMN.
AMH dilaksanakan sejak 2006 dan diikuti oleh Kementerian, Kesekretariatan Lembaga Negara, LPNK, Lembaga Penyiaran Publik (LPP), PTN, BUMN dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Ada enam kategori media yang dilombakan pada AMH 2014, yaitu penerbitan media internal, laporan kerja humas tahun 2013, pelayanan informasi melalui internet, advertorial, merchandise utama dan peserta pameran terbaik dalam Bakohumas Expo.
Sebelum penghargaan ini, PLN mendapat apresiasi sejumlah pihak atas prestasinya yang turut berkontribusi dalam mendongkrak peringkat kemudahan berbisnis (ease of doing business) Indonesia tahun 2015.
Berkat kerja keras PLN dalam mendorong kemudahan untuk mendapat listrik, peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia menurut survey International Finance Corporation (IFC) naik dari posisi 117 di 2014 menjadi ke level 114 untuk tahun 2015.
Aktivis Anti Korupsi dari Transparancy International Indonesia (TII), Wahyudi menilai PLN sudah berusaha meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengadaan listrik bagi masyarakat bisnis dan pelanggan rumah tangga. Upaya tersebut diantaranya dengan menghilangkan praktik suap dalam setiap proses menyambungan baru atau penambahan daya oleh pelanggan industri dan rumah tangga. Guna memastikan praktik suap benar-benar hilang, PLN menggandeng sejumlah lembaga pegiat anti korupsi seperti KPK dan TII.
“Upaya PLN untuk memberikan kemudahan dalam mendapatkan listrik tentu tidak bisa dilepaskan dari langkah manajemen menghilangkan praktik suap di perusahaan tersebut. Ini merupakan suatu prestasi yang harus ditingkatkan karena PLN memiliki peran sentral dalam perekonomian Indonesia,” jelas Wahyudi, beberapa waktu lalu.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby
















