Jakarta, Aktual.co — Kelompok pemuda yang tergabung dalam organisasi bernama Serikat Pemuda Kerakyatan (SPK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengusut indikasi korupsi, kolusi dan nepotisme di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut), khususnya di Dinas Perhubungan Umum (PU) Bina Marga Sumut.
Desakan tersebut dilakukan dengan menggelar aksi di depan gedung KPK, Rabu (4/2).
Dalam aksi demonstrasi tersebut, SPK membeberkan sejumlah fakta terkait dugaan korupsi di Dinas PU Bina Marga Sumut diantaranya mengenai penyelewengan dana pemeliharaan untuk ruas jalan dan jembatan di Provinsi Tapanuli Selatan (Tapsel).
Dari data Dinas PU Bina Marga Sumut, anggaran pemeliharaan jalan provinsi dan jembatan sepanjang 139,6 km untuk tahun anggaran 2013 yang dimasuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Sumut wilayah Tapsel adalah sebesar Rp10.233.600.000 (jumlah biaya satu tahun menurut Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah DPA-SKPD).
Dalam pelaksanaannya Dinas PU Bina Marga Sumut telah mencairkan dana tersebut senilai Rp8.816.823.476. Namun, hasil kerjanya dianggap tidak seimbang dengan anggaran yang telah dikeluarkan, sebab masih banyak jalan penghubung antar daerah di Tapsel yang masih rusak parah.
SPK mencontohkan kondisi jalan Provinsi antara Sipirok-Simangambat, Simangambat-Sipangibar, Sipangibar-Tolang terlihat amburadul seolah-olah tidak ada pemeliharaan seperti yang diklaim oleh Dinas PU Bina Marga Sumut.
Selain itu, Dinas PU Bina Marga Sumut diduga juga menyelewengkan dana sebesar Rp50 miliar untuk proyek jembatan dan jalan di empat Kabupaten yakni Tapanuli Utara (Taput), Humbahas, Tobasa dan Samosir TA 2014. Bukan hanya itu, SPK juga mempertanyakan proyek pembangunan jalan Sitanggor menuju Muara yang terletak di Kecamatan Muara Taput.
SPK sendiri mengklaim telah mengantongi nama-nama pejabat Dinas PU Binar Marga Sumut yang diduga sebagai pelaku penyelewengan dana tersebut. Setidaknya ada empat nama yang disebut SPK yakni Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan Ridwan Nasution, Kabid Bimtek Haris Lubis, Bendahara Rudi Sitanggang serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Tapsel Ir. Martua.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby
















