Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief (kanan) bersama Juru Bicara KPK Febriansyah saat konferensi pers hasil OTT kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). KPK menahan Ketum PPP Romahurmuziy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenang Jawa Timur Haris Hasanuddin dengan barang bukti uang sebanyak Rp156.758.000. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil anggota DPR RI 2014-2019 dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti sebagai saksi dalam penyidikan kasus korupsi menerima hadiah terkait proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran 2016.

“Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap anggota DPR RI 2014-2019 dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti sebagai saksi untuk tersangka HA,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (5/8).

Untuk diketahui, Damayanti merupakan terpidana dalam kasus tersebut. HA merupakan Direktur atau Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group).

Selain itu, KPK pada Senin juga memanggil Ketua DPRD Provinsi Maluku Edwin Adrian Huwae sebagai saksi untuk tersangka HA.

HA ditetapkan sebagai tersangka pada 2 Juli 2018 lalu. Ia merupakan tersangka ke-12 dalam kasus di Kementerian PUPR tersebut.

Ia memberikan suap kepada Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary senilai Rp10,6 miliar dan juga memberikan suap kepada Damayanti sebesar Rp1 miliar.

(Abdul Hamid)