Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif mengamini adanya keterkaitan antara kasus dugaan korupsi proyek pembangunan RS Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, dengan perkara korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur tahun anggaran 2010-2014.

Adanya hubungan antara dua kasus itu, jadi alasan mengapa Syarif ikut memantau persidangan mantan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti.

“Kasus alkes Unair ditangani secara umum. Tapi apakah ikut melibatkan yang bersangkutan (La Nyalla), itu sedang diteliti. Ya karena banyak kaitannya, maka KPK ingin melihat,” papar Syarif, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (5/10).

Meski demikian, dosen Universitas Hasanuddin, Makassar ini enggan menjelaskan seperti apa hubungan antara kasus RS Unair dengan dana hibah Kadin Jatim. Pun termasuk peran La Nyalla.

“Saya gak bisa jelaskan. Tapi tim KPK selalu ada pada setiap kasus,” jelasnya.

Seperti diketahui, perusahaan La Nyalla PT Airlangga Tama jadi salah satu pihak yang menggarap proyek alkes RS Unair, bersama dengan PT Pembangunan Perumahan. Tapi dugaannya, La Nyalla bukan hanya terlibat dalam kapasitasnya sebagai pemilik perusahaan, tapi juga secara individu.

Dalam kasus dugaan korupsi pembangunan RS Unair, KPK telah menetapkan mantan Rektor Unair, Fasichul Lisan. Dia selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek tersebut, disinyalir telah menyalahgunakan wewenanganya yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Menurut KPK, perikiraan kerugian negara dari dugaan korupsi proyek pembangunan RS Unair mencapai Rp85 miliar, dari nilai proyek sebesar Rp300 miliar.

La Nyalla sendiri didakwa dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim, lantaran diduga menerima keuntungan Rp1,1 miliar dan merugikan negara sebesar Rp27,76 miliar.

M Zhacky Kusumo

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby