Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (ketiga kanan) menyampaikan pandangan didampingi (dari kiri ke kanan), Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono, Dosen Hukum Pidana UII Mahrus Ali, Kepala Lab Hukum Pidana Unika Atmajaya Jogja Aloysius Wisnubroto, Guru Besar Fakultas Hukum Undip Nyoman Serikat Putrajaya dan Pakar Hukum Pidana Andi Hamzah dalam konferensi pers mengenai kajian penerapan pasal 12B UU Tipikor tentang gratifikasi di Gedung KPK, Rabu (7/12). Hasil kajian tersebut rencananya akan dijadikan pedoman bagi aparat penegak hukum dalam menangani kasus-kasus gratifikasi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama/16

Jakarta, Aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda bersama satu orang lainnya sebagai tersangka kasus suap terkait kuota impor ikan tahun 2019.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan dua orang sebagai tersangka,” ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/9).

Saut menyatakan sebagai pemberi, yaitu Direktur PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa (MMU) dan sebagai penerima, yakni Risyanto Suanda (RSU).

KPK menduga Risyanto menerima 30 ribu dolar AS terkait pengurusan kuota impor ikan.

Sebagai pemberi, Mujib disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan sebagai penerima, Risyanto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

(Arbie Marwan)