Beranda Bisnis Pertanian Kritik Mentan soal Makan Sagu, Anggota Komisi IV: Jangan Terlalu Menunjukkan Kegagalan

Kritik Mentan soal Makan Sagu, Anggota Komisi IV: Jangan Terlalu Menunjukkan Kegagalan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan menanggapi pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo soal anjurannya kepada masyarakat untuk makan sagu sebagai pengganti konsumsi beras. Menurutnya, anjuran itu akan sulit diterima masyarakat karena merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

“Sebagai respon atas terus meningkatnya harga beras, walaupun stok cukup, menurut saya, tidak bisa hanya menganjurkan substitusi pangan pokok, seperti beras untuk pindah ke sagu. Karena urusan beras ini sensitif dan menyangkut kebiasaan konsumsi turun temurun. Jadi pemerintah jangan terlalu menunjukkan kegagalannya dalam mengelola persoalan harga beras saat ini dengan anjuran seperti itu” tegas Johan dalam siaran pers yang diterima, Minggu (9/10) malam.

Politisi PKS ini pun menegaskan seorang Menteri Pertanian semestinya bertanggung jawab penuh untuk membela kepentingan petani. Menurutnya, keberpihakan ini penting untuk memastikan kenaikan harga beras berdampak pada kesejahteraan petani.

“Harusnya ada kebijakan Pertanian yang membela kepentingan petani agar situasi terus meroketnya harga beras juga berdampak memberi keuntungan kepada petani. Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Seharusnya tugas Menteri Pertanian untuk memperjuangkan nasib petani yang terus terpuruk akibat sistem yang  tidak membela petani,” cetusnya

Johan juga menilai potensi Sagu di tanah air juga belum dikembangkan dengan baik. Padahal kebutuhan terhadap sagu juga terus meningkat setiap tahun.

“Jadi, ini tantangan Kementan ya untuk menjadikan sagu bisa mendukung program pangan alternatif dengan mengembangkan potensi lokal agar menjadi kekuatan pangan lokal. Tentunya, ini tidak bisa secara tiba-tiba mampu mensubstitusi posisi beras sebagai pangan pokok strategis di tanah air” ujar Johan.

Wakil rakyat dari dapil NTB 1 ini berharap pemerintah lebih serius mengelola pasar beras di tanah air. Sebab menurut Johan, pasar beras adalah pasar yang sensitif terhadap perubahan, termasuk ancaman krisis pangan global menjadi faktor pendorong fluktuasi harga beras. Legislator Senayan ini pun meminta Menteri Pertanian untuk bekerja lebih kuat terutama menjaga manajemen stok beras dan distribusi beras dari daerah surplus ke daerah minus.

“Saya mengingatkan pemerintah agar gejolak harga beras ini jangan sampai berkepanjangan karena akan berpengaruh pada terganggunya stabilitas nasional. Jangan hanya terpaku pada stok yang cukup namun gagal menjaga stabilitas harga,” tutur dia.

(Megel Jekson)