Jakarta, Aktual.co — Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan tim ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015 dalam rangka menjaga keutuhan NKRI bukan hanya dilakukan di darat, melainkan juga meliputi perbatasan laut.
“Kita melakukan ekspedisi ke sejumlah titik perbatasan untuk menjaga keutuhan NKRI dengan memastikan terjaganya patok-patok perbatasan, tidak hanya di darat, tapi juga di laut,” katanya saat pemberangkatan Tim Ekspedisi NKRI 2015 di Pusdikpassus Batujajar, Bandung Barat, Jabar, Selasa (3/2).
Ia menuturkan penyelenggaraan Ekspedisi NKRI tersebut menunjukkan dukungan dari komponen bangsa untuk membantu pemerintah dalam upaya mewujudkan sembilan agenda prioritas atau dikenal dengan “Nawa Cita”.
Menurut dia, kegiatan ekspedisi tersebut memiliki tiga tujuan. Pertama, melakukan penjelajahan wilayah NKRI, terutama beberapa titik perbatasan di Indonesia dengan melewati gunung, hutan rawa dan sungai untuk memastikan terjaganya perbatasan.
Kedua, untuk kebutuhan penelitian meliputi kegiatan pendataan dan pemetaan berbagai bidang, di antaranya potensi sumber daya alam yang meliputi kajian kehutanan, geologi, potensi bencana, flora, fauna serta pemetaan sumber daya manusia berupa kehidupan sosial budaya masyarakat setempat.
Ketiga, sebagai wujud pengabdian dan juga pelestarian alam dengan melakukan penghijauan melalui gerakan menanam pohon di Pulau Alor dan disebar di daerah Ende, Sumba Barat Daya dan Kupang.
“Ekspedisi ini juga bertujuan untuk mewujudkan pengabdian masyarakat yang akan difokuskan pada pelestarian alam, penyuluhuan KB, dan keluarga prasejahtera,” katanya.
Tim ekspedisi berjumlah 1.241 orang terdiri dari unsur TNI/Polri, berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia, pemuda, peneliti, perwakilan Kementerian, dan unsur lainnya yang akan melakukan ekspedisi hingga 12 Juni 2015.
Ekspedisi NKRI 2015 itu merupakan kegiatan yang kelima kali dilaksanakan secara berturut-turut dengan misi untuk mendata dan memetakan potensi sumber daya alam serta membuka daerah-daerah terisolir.
Ekspedisi pertama tahun 2011 digelar di Bukit Barisan di Pulau Sumatera, selanjutnya Ekspedisi Khatulistiwa di Kalimantan 2012, Ekspedisi Koridor Sulawesi 2013, dan Ekspedisi Koridor Maluku dan Maluku Utara 2014.
Artikel ini ditulis oleh:

















