Jakarta, Aktual.co —Kualitas udara di DKI Jakarta semakin menurun akibat meningkatnya pencemaran udara dari emisi gas buang karbon monoksida kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin bertambah.
Dari hasil pemantauan kualitas udara DKI Jakarta tahun 2013 di lima wilayah kota, menunjukkan tiga parameter seperti karbon monoksida, sulfur dioksida dan ozon di Jakarta sudah berada di atas baku mutu yang distandarkan.
Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Dien Emmawati, untuk memecahkan persoalan itu, beberapa upaya sudah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Seperti pemberlakuan ‘car free day’ yang diklaimnya sebagai langkah tepat untuk meminimalisasi pencemaran udara.
Untuk meminimalisasi peningkatan pencemaran udara, kata Emma, Pemprov DKI juga terus melakukan perluasan ruang terbuka hijau dengan menanam pohon. 
“Pohon ini akan mengeluarkan oksigen setelah menyerap karbon dioksida atau CO2,” kata dia, di Jakarta, Minggu (19/10).
Diakui Emma, terpapar gas buang kendaraan bermotor yang sudah di atas ambang batas akan menyebabkan infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA.
“Bahkan ketika terhirup anak dalam waktu lama akan terjadi “down grade IQ” atau penurunan derajat intelejensi,” ujarnya.
Karena itulah, kata dia, upaya yang bisa dilakukan Pemprov DKI adalah dengan mengendalikan pencemaran oleh instansi teknis. 
“Bila tidak kondisi udara di Jakarta akan semakin menurun kualitasnya,” katanya.

()

()