Jakarta, Aktual.com – Kuasa hukum tersangka kasus pengadaan uninterruptible power supply (UPS) di APBD-Perubahan DKI 2015 Fahmi Zulfikar Hasibuan, Ilal Ferhard, mengaku mendapat teror.

Kata Ferhard, teror berupa kalimat bernada mengancam disampaikan seseorang yang mengaku sebagai staf Gubernur DKI Jakarta lewat telepon, Senin (1/2) siang sekitar pukul 14.46Wib.

“Kamu jangan macam-macam ya, saya diperintahkan langsung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok),” ujar dia, menirukan ucapan si penelepon misterius itu, Senin (1/2).

Kata Ilal, si penelepon meminta dia tidak banyak berkomentar terkait kasus UPS yang menjerat kliennya, Fahmi.

Kendati demikian, Ferhard ragu kalau si penelepon adalah dari staf Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). “Ahok enggak mungkin segegabah itu. Lagi pula masa pelaku tidak menyebut identitasnya, tapi siapa yang menyuruhnya? Bagi saya, ini cuma oknum yang mengatasnamakan staf kegubernuran,” bebernya.

Lebih jauh, bekas wakil ketua DPRD DKI 2004/2009 itu menerangkan, teror serupa pernah diterimanya, Sabtu (30/1) siang lalu.

“Ancamannya sama, mengaku sebagai staf kegubernuran DKI dan meminta saya tidak banyak bicara soal UPS,” pungkas Ilal.

Lantaran pelaku menghubunginya memakai nomor pribadi (private number), dia tidak mengetahui kontak dan identitas yang menerornya.

()