Jakarta, Aktual.com – Partai Hanura menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I yang dilaksanakan di The Stones Hotel, Kuta, Bali pada tanggal 4-5 Agustus 2017.
Sekretaris Steering Committee Benny Ramdani menyampaikan, Rapimnas I menjadi ajang konsolidasi dalam rangka penguatan kelembagaan partai dan soliditas sesama pengurus partai, baik di pusat maupun di daerah dan hubungan pusat-daerah.
Terlebih setelah terpilihnya Oesman Sapta sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura dalam Munaslub Partai Hanura 2016 menggantikan Wiranto. Serta telah dikukuhkannya kepengurusan DPP Partai Hanura pada tanggal 22 Februari 2017 di Sentul, Bogor.
“Rapimnas I akan membahas berbagai masalah yang bersifat khusus dan mendesak, yang akan dihadiri oleh unsur peserta dan peninjau,” ujar Benny dalam konferensi pers di Hotel Stone, Bali, Kamis (3/8).
Selain itu, Rapimnas I juga akan membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan agenda politik strategis nasional baik internal meliputi agenda politik Pilkada serentak 2018 dan Pemilu-Pilpres 2019 maupun eksternal, yang kemudian itu akan menjadi sikap politik Partai Hanura, baik dalam hal ke-partai-an maupun ke-Indonesia-an.
“Sikap politik Partai Hanura bukan semata-mata kepentingan praktis menjelang pemilihan Presiden tahun 2019, tetapi sikap politik Partai Hanura ini akan merupakan suatu ljtihad politik untuk kemajuan bangsa yang akan ditopang oleh semua kader, simpatisan, dan masyarakat pemilih Partai Hanura yang menginginkan Indonesia adil, makmur, aman dan sejahtera secara ekonomi, dan maju dalam pembangunan,” tegasnya.
Sebelum masuk ke acara internal, lanjutnya, acara Rapimnas I juga akan diisi dengan penyampaian materi dari beberapa Pimpinan Lembaga/Kementerian dan tokoh-tokoh Nasional, yang akan berbicara tentang kedaulatan negara, pertahanan/keamanan, politik, hukum, ekonomi, sosial, budaya dan kedaulatan pangan.
Selain pimpinan dan kader partai, dalam ajang rapimnas ini juga akan hadir beberapa tokoh nasional dan ketua-ketua umum partai politik.
Benny berharap, kehadiran para tokoh dan ketua-ketua umum partai politik juga mampu memperkuat kemitraan antara partai dan pemerintah, terutama disaat pemerintah memerlukan dukungan seluas-luasnya atas beragam kebijakan yang sering dijadikan polemik sehingga mempertajam polarisasi politik nasional.
“Partai Hanura bertekad dan berjuang untuk menjadi partai papan atas yang modern, solid, kuat dan merakyat, dengan menjadikan hati nurani sebagai pegangan teguh dalam perjuangan politik partai dengan memegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata anggota DPD RI.
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs













