Jakarta, Aktual.co — Andi Matalatta, selaku juru runding dari kubu Agung Laksono ini mengatakan bahwa rekonsiliasi tidak dapat dilakukan secara terburu-buru.
“Sebaiknya islah visi dulu, baru islah struktural dan personel. Islah visi itu samakan dulu visinya,” ucap Andi jelang pertemuan,di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (23/12).
Dikatakan dia,  visi misi yang harus disamakan, antara lain adalah visi mengenai pilkada dan pilpres. Saat ini, pihaknya ingin agar pilkada dan pilpres tetap dipilih secara langsung.
“Karena saya dulu penanggung jawab Golkar di amandemen 1945. Golkar lah yang memperjuangkan utama pemilhan presiden secara langsung,  jangan dibalik-balik lagi ke MPR,” bebernya.
Lebih lanjut, sambung dia,  harus ada persamaan visi soal pengolahan partai secara terbuka dan demokratis.
“Kalau visi itu sama, baru lah kita cari persamaan struktur, mekanismenya bagaimana, apakah islah langsung sesama pengurus, atau munas kembali, atau bagaimana. Soal tahap kedua.”
“Tahap pertama itu visi dulu. Kalau kita langsung islah personel kesannya kita rebutan kekuasaan, kalau yang membuat kita berbeda kan visi,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang