Jakarta, Aktual.co — Potensi  persoalan politik yang lebih luas dimungkinkan muncul jika Pengurus Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie dibiarkan dan dikerdilkan.
Jika tidak ada upaya menyelesaikan solusi dua kubu, potensi luar biasa dari Ical bisa mengancam (rezim) kekuasaan dikemudian hari. Hal ini mengingat mayoritas anggota (F-Golkar) yang di parlemen adalah bagian dari kelompok Ical.
“karena yang dirugikan bukan partai kecil,” kata Direktur Pusat Studi Sosial dan Politik Indonesia, Ubedilah Badrun, Rabu (4/3).
Faktor non ekonomi yang secara tidak langsung seperti dibuat rezim penguasa, membelah partai dengan harapan mendukung rezim pemerintahan. Namun, menciptakan potensi besar untuk terjadinya perlawanan politik.
“Munas Ancol kelihatan bagaimana rezim melibatkan diri, ini potensial munculnya instabilitas politik,” ujar Ubed.
Dalam dunia politik, begitu terjadi instabilitas sudah hukum sosial dan politik yang memang mengharuskan itu terjadi.Tak bisa dikendalikan kekuatan politik lain kecuali kekuatan politik itu sendiri.
Diketahui, sidang Mahkamah Partai Golkar pada Selasa (3/3), memutuskan menerima permohonan pengurus Golkar kubu Agung Laksono. Kubu Agung Laksono cenderung berpihak kepada pemerintah.

Artikel ini ditulis oleh: