Jakarta, Aktual.co — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menantang PT Pertamina (Persero) untuk juga membubarkan Pertamina Energy Services (PES) selain PT Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Pasalnya, PES dinilai sebagai biang permasalahan mafia migas di Tanah Air.
Menanggapi hal itu, anggota tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM), Fahmi Rahdi mengaku setuju bahkan menduga masih ada pemain besar lainnya yang terlibat dalam praktik mafia migas di tubuh Petral-PES termasuk diinduk usahanya yakni PT Pertamina.
Untuk itu, Fahmi mendorong agar Pemerintah dalam upayanya membubarkan Petral harus dibarengi dengan dilakukannya audit forensik, guna melacak jejak para pelaku mafia migas. “Kalau dibubarkan tanpa audit forensik, hanya menghapus jejak,” kata Fahmi kepada Aktual di Jakarta, Jumat (8/5).
Terkait audit forensik, Fahmi mengaku telah membicarakannya dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurachman Ruki. “Saya bertemu pak Ruki, nah yang harus dilakukan sebelum dibubarkan, di audit forensik. Untuk mengetahui siapa dalangnya. Bahkan diduga ada beberapa perusahaan yang ditengarai milik pengusaha Indonesia dan (pada praktiknya) curang,” ucap dia.
Sehingga, sambung Fahmi, pihaknya mengindikasikan adanya permainan yang luar biasa di tubuh Petral-PES Pertamina.
“Menurut saya bukan hanya PES masih banyak perusahaan atau pihak yang terlibat. Tapi sulitnya tidak ada jejak. KPK tidak bisa mengaudit karena letak Petral dan berbadan hukum negara lain. Kecuali Pertamina meminta langsung kepada KPK untuk mengaudit. Kalau tidak ada permintaan KPK tidak bisa,” ungkap dia.
Artikel ini ditulis oleh:














