Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Semarang, Aktual.comSempat tak percaya dengan program Lapak Ganjar, Elisa Anggraeni kini justru kebanjiran order. Bahkan produk usaha wedang kemasan asal Magelang ini, sudah merambah pasar Jepang.

Saat ditemui di tempat produksinya, Jowahan RT 1 RW 5, Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Elisa menuturkan, saat pandemi, pendapatan dari wedang kemasan yang diberi merek D’liz, berkurang.

Sebab, wisatawan yang berkunjung di desanya, nyaris tidak ada karena pembatasan kunjungan.

“Awal mulanya itu, pas pandemi kta ingin promo. Kemudian kita ada di Instagram. Muncul Lapak Ganjar. Terus kita coba bikin stori (instastory), di-tag ke @lapakganjar dan @ganjar_pranowo. Berharap nanti bisa di-repost agar kita semakin dikenal,” kata Elisa dikutip, Senin (28/11).

Ternyata, storinya tersebut di-repost lapak. Dia sempat tak percaya jika unggahannya itu menjadi yang pertama di-repost. Mulanya, dia mengira jika semua unggahan yang diunggah ulang itu hanya bualan.

“Pertama kali malah waktu itu. Jadinya kayak surprise. Ternyata beneran di-repost. Kirain sudah di-setting dari sana,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, belum sampai 24 jam di-repost lapak, manfaat mulai dirasakan, dengan adanya orderan yang masuk di nomor teleponnya. Kebetulan, salah satu syarat ikut lapak memang harus mencantumkan nomor telepon.

“Ada yang chat WA (Whatsapp). Ada yang beli, beliaunya itu tinggalnya di Jepang. Dia minta dikirimi wedang rempah,” ungkapnya menceritakan.

Sebelum ikut Lapak, usahnya hanya bisa menjual produknya di dalam kota hingga luar kota. Elisa mengaku belum pernah menjual produknya hingga ke luar negeri. Tapi sejak ikut Lapak Ganjar ini ada pesanan dari Jepang.

“Ke Jepang (kirim) baru dua kali. Karena saya kan ikut Lapak Ganjar belum lama. Di-repost-nya paling dua bulan lalu,” terang dia.

Dia mengaku, manfaat ikut lapak lainnya, usahanya kini lebih dikenal masyarakat dan banyak yang order. Bahkan, ada wisatawan Candi Borobudur dari Jakarta, mengunjungi tempat usahanya usai membuka lapak.

Elisa juga menuturkan, penjualannya juga meningkat usai ikut Lapak Ganjar. Yaitu sekitar 15 persen. Dia mengaku jika ikut Lapak Ganjar banyak efek baik yang dirasakan. Mulai banyak orderan, banyak yang menghubungi melalui DM di Instagram dan telepon.

“Kebetulan di Instagram kami juga link kan nomor WA. Jadi langsung bisa menghubungi kami,” ucapnya.

Sebagai pelaku UMKM, Elisa merasa benar-benar terbantu dengan program Lapak Ganjar. Mengingat, jumlah pengikut (follower) medsos Instagram gubernur mencapai 5,3 juta.

“Program Lapak Ganjar membantu banget karena Pak Ganjar kan publik figur yang banyak disukai oleh orang-orang, dari anak muda sampai orang tua. Jadi lebih dikenal,” imbuhnya.

Produknya merupakan wedang rempah sejenis wedang uwuh asal Yogyakarta. Yang membedakan, wedang uwuh dan rempah adalah komposisi dan manfaatnya.

“Wedang uwuh itu lebih ke hangat dan pedas. Kalau wedang rempah ini menyegarkan. Cocok untuk kalangan milenial, kalangan masa kini dan anak muda,” pungkasnya.

(Wisnu)