Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi V Fraksi Hanura, Fauzih H Amro menyarankan pengalokasian satu hingga dua persen kursi penumpang untuk pembelian tiket mendadak sebagai solusi dari kebijakan Menteri Perhubungan.
Pasalnya, kebijakan menutup counter tiket di bandara dari kemenhub akan membuat calon penumpang kesulitan membeli tiket dadakan.
“Jika ada yang butuh tiket mendadak, alokasikan 1 hingga 2 persen kursi penumpang untuk yang urgent,” kata Fauzih, di Jakarta, Kamis (5/2).
Misalnya, dari 300 tempat duduk, harus sisakan 5 tempat duduk untuk pembelian tiket mendadak. Atau setiap maskapai menyiapkan 3 tempat duduk untuk ‘tiket urgent’.
“Ini solusi dari kebijakan Menhub sebagai regulator dan juga sebagai service konsumen yang emergency,”
“Biarkan dulu 3-6 bulan lalu evakusi kan nanti tahu hasilnya seandainya banyak merugikan konsumen ya kembali lagi saja,” ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















