Banda Aceh, Aktual.co — Suasana perayaan malam pergantian tahun di kota Banda Aceh tidak semeriah tahun sebelumnya. Tahun ini, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal melarang warga untuk merayakan Tahun Baru.

Sosialisasi larangan itu pun dilakukan melalui pesan singkat (SMS) ke handphone warga dan patroli, saat puncak pergantian tahun. Sehingga, tidak terlihat perayaan pembakaran mercon, terompet dan kembang api.
 
Sebagian warga kota menuding Wali Kota tersebut melanggar kebebasan berekspresi.

“Harusnya Wali Kota itu berpikir bagaimana memajukan kota Banda Aceh, menekan angka kemiskinan dan lain sebagainya. Jangan sampai persoalan membakar mercon dan terompet Tahun Baru pun sibuk diurusin oleh Wali Kota,’ keluh Fauzi, warga Kota Banda Aceh kepada Aktual.co, pada Kamis (1/1).

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza dan Kapolresta Banda Aceh Kombes Zulkifli menggelar patroli ke sejumlah pusat berkumpulnya warga. Wali Kota dan Satpol PP mengimbau agar warga tidak merayakan Tahun Baru 2015 dan pulang ke rumah masing-masing.

“Kalau pun ada hari ini yang marah adalah mereka yang belum paham. Tapi saya yakin suatu hari nati mereka akan bersyukur kepada Allah SWT” ujar Illiza yang saat itu didampingi Kapolresta Banda Aceh, Kombes Zulkifli.
Terkait dengan kritikan di sejumlah media sosial, Illiza mengaku tidak masalah sejauh yang dia jalankan bersama jajarannya adalah untuk kepentingan bersama.

“Apa yang kita lakukan selama hidup ini akan kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT. Tugas saya adalah menyampaikan yang haq adalah haq dan yang bathil adalah bathil, yang boleh dan yang tidak” terang Illiza.

Bahkan, sambung Illiza, dia bangga karena tidak terlihat perayaan Tahun Baru di Banda Aceh. Hal itu menurutnya, menandakan masyarakat telah memahami larangan dalam Islam.

“Warga sudah semakin mengerti bahwa perayaan Tahun Baru itu bukan budaya Islam,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh: