Jakarta, Aktual.com – Tiga hari jelang waktu larangan mudik, banyak warga memanfaatkan sisa waktu melakukan perjalanan mudik dan berangkat dari Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur.

“Jadi kita berusaha mudik sebelum tanggal 6 Mei,” ujar seorang penumpang Aan saat ditemui RRI.co.id di ruang keberangkatan Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Senin (3/5).

Aan mengatakan, kerinduan untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, menjadi alasannya untuk melakukan mudik sebelum larangan itu diterapkan secara intensif oleh pemerintah.

“Memang menghindari peraturan pelarangan mudik yang berlaku untuk bertemu dengan keluarga. Kita kumpul keluarga tahun ini,” ujarnya.

Meski demikian, Aan juga meyakini, larangan mudik yang ketetapannya telah dikeluarkan pemerintah memiliki dampak positif maupun negatif ditengah-tengah publik.

Terlebih lagi, aturan larangan mudik itu dikeluarkan pemerintah karena hingga saat ini pandemi virus Covid-19 masih mewabah.

“Ada baik dan buruknya (larangan mudik). Baiknya untuk pencegahan Covid-19 dan buruknya keluarga tak berkumpul. Nanti pulangnya setelah tanggal larangan mudik berakhir,” ucap Aan.

Diketahui, berdasarkan catatan jumlah keberangkatan bus dan penumpang melalui Terminal Terpadu Pulogebang saat tiga hari sebelum diberlakukannya larangan mudik, bahwa saat ini tercatat sebanyak 635 penumpang yang telah berangkat menggunakan bus untuk meninggalkan wilayah DKI Jakarta.

Angka tersebut baru setengah jumlah keberangkatan penumpang pada Minggu (2/5) kemarin, yang mencatat sebanyak 1.693 penumpang keberangkatan. (RRI)

(Warto'i)