Sepatu Leiden Series Stromram (IST)

Khansa Fadli tak kehilangan kreatifitas meski badai pandemi belum juga usai. Khansa yang ingin berkontribusi kepada para pengrajin di dalam negeri, membuat satu brand sepatu lokal bernama: Leiden.

Khansa menjelaskan dalam bahasa Jerman Leiden berarti penderitaan. Kata tersebut pun memang sengaja dipilih untuk mengingatkan kesulitan dalam masa pandemi yang tidak mudah ini.

“Kami lahir di saat banyak orang sedang menderita karena pandemi covid-19, termasuk para pengrajin ini. Leiden berdiri karena ingin membantu setiap pengrajin yang berbakat di Indonesia untuk tetap dapat menghasilkan karya terbaiknya untuk semua anak bangsa Indonesia,” ujarnya dalam penjelasan yang disampaikan ke Aktual.com, tepat pada 1 Januari 2021.

Meski demikian, Leiden juga bisa memiliki makna optimisme yang besar. Sebab, jika merujuk pada bahasa Belanda, Leiden berarti pemimpin. Brand yang dikerjakan dari tangan-tangan para pengrajin lokal ini diharapkan akan mampu menjadi Market Leader di pasar Indonesia bahkan Dunia. “Sehingga semakin banyak orang-orang yang terbantu karena hadirnya Leiden,” kata Khansa.

Leiden meluncurkan series stromram dengan menggunakan material fullgrain leather dan Indigo Denim Jeans. Kolaborasi antara dua material yang berbeda tersebut, membuat tipe produk ini kuat dan saling mengisi.

“Sengaja kami produksi dengan material dasar denim yang berkualitas. Denim memiliki beberapa kelebihan diantara material-material lainnya. Kami memilih Indigo Denim Jeans dengan kualitas premium sehingga membuat stromram series ini tahan lama,” tambahnya.

Leiden pun diklaim bakal menjadi sepatu yang tahan lama, kuat dan nyaman. Pasalnya, dengan bahan Denim, sepatu menjadi tidak mudah robek dan kuat. Dengan tambahan insole antislip yang dapat dilepas-pasang, series sepatu ini disebut kian mudah untuk dicuci.

Leather yang kami pilih pun berkualitas. Dan yang terakhir, gum brown sole didesain dan dibuat agar tidak licin,” imbuhnya.

“Ini ibaratnya men-challenge diri gue juga. Idenya memang sebelum pandemi. Kerjaan di kampus mendesain barang-barang. Kebetulan gue kuliah di Amerika, Kansas, jurusan industri desain,” kata Khansa.

Sepatu Leiden disebut Khansa sangat memahami keluhan setiap orang Indonesia. Didesain dengan mengikuti tapak kaki orang indonesia, bentuk sepatu bagian depan sengaja dibuat dengan ukuran agak sedikit lebar.

“Bahan dasar denim dan kulit yang berkualitas, sengaja kami gabung menjadi stromram series untuk menghasilkan sepatu yang nyaman, tahan lama tapi tetap fashionable. Enggak hanya dipakai saat non formal, stromram juga sangat pas untuk kamu gunakan dengan celana chinno. Insole yang dapat dilepas pasang memudahkan kamu untuk mencuci sepatu dan juga dapat diganti menyesuaikan mood dan style kamu,” tuturnya.

(Megel Jekson)