Jakarta, Aktual.co —Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK), yang mengakui bahwa mantan Menteri Keuangan yang kini menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati adalah seorang ekonom yang berpengalaman dan berpengaruh, seakan menjadi sinyal bahwa mantan menteri keuangaan yang pernah menjadi saksi atas kasus bail out Bank Century itu akan masuk dalam susunan Kabinet Indonesia Hebat (KIH).
Namun, menurut tanggapan Tokoh Nasional Hariman Siregar, bahwa pernyataan JK “Orang seperti dia memang penting untuk ekonomi ke depan,”tidak lebih dari sekedar basa-basi. Hai itu dikatakan seusai mengikuti agenda diskusi yang diselenggarakan Indonesian Democracy Monitor (INDEMO) di Jakarta, Rabu, 15, Oktober, 2014.
Selain itu, Hariman juga mengatakan bahwa kabinet Jokowi-JK adalah kabinet yang lemah. Pasalnya Kabinet Indonesia Hebat tidak memiliki kekuatan di parlemen mulai dari DPR hingga MPR. Maka dari itu dia menilai, Jokowi untuk tidak sembarang memilih orang guna dicalonkan sebagai menteri dalam susunan kabinetnya. 

(Warnoto)