Masjid Raya KH Hasyim Ashari

Jakarta, Aktual.com – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin meminta penundaan peresmian masjid di jalan Daan Mogot, Jakarta, karena cenderung tidak kondusif karena melibatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Sebaiknya ditunda karena hanya akan mengganggu ketentraman atau menambah ketegangan dalam masyarakat jelang Pilgub DKI 19 April 2017,” kata Din dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (14/4) malam.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengatakan umat Islam tentu berterima kasih kepada pemerintah yang telah membangun masjid tersebut. Tetapi ada baiknya jika peresmian dilakukan setelah prosesi Pilkada DKI selesai.

Menurutnya, peresmian tersebut menggangu ketenangan karena dilakukan di periode tenang Pilkada DKI. Penundaan itu sebaiknya dilakukan seiring dengan penundaan proses persidangan kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Ahok.

Menurut dia, tidak ada masalah jika peresmian masjid itu dilaksanakan usai Pilkada setidaknya pada 20 April 2019. Peresmian Masjid Daan Mogot itu rencananya akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo bersama Ahok pada Minggu (16/4) atau beberapa hari jelang pencoblosan Pilkada DKI 2017.

Ahok sendiri dijadwalkan turut hadir karena dirinya sudah tidak dalam status nonaktif sebagai Gubernur DKI Jakarta seiring masa cuti kampanyenya yang usai.

Masjid di Daan Mogot itu awalnya dibangun atas ide Presiden Joko Widodo pada saat Idul Adha 2012. Saat ini masjid tersebut telah rampung dibuat. (ant)

(Eka)