Jakarta, aktual.com – Pemerintah akan memberlakukan kebijakan work from anywhere (WFA) selama periode angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah. Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah memberikan fleksibilitas waktu perjalanan masyarakat sekaligus mengurai potensi kepadatan mobilitas selama masa mudik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan WFA akan berlaku pada 25, 26, dan 27 Maret 2026. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan waktu lebih panjang bagi masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan mudik maupun libur Lebaran.
“Work from anywhere akan kami berlakukan agar hari-hari yang bolong mendekati Lebaran bisa diisi dengan bekerja dari mana saja. Jadi masyarakat bisa merencanakan perjalanan dengan lebih fleksibel,” ujar Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026 bertajuk Sektor Jasa Keuangan yang Stabil dan Kontributif Dalam Mendukung Pendalaman Pasar dan Perekonomian Nasional di Bidakara Hotel, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Selain penerapan WFA, pemerintah juga menyiapkan insentif berupa diskon tarif transportasi guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Pemerintah memberikan potongan harga sebesar 30 persen untuk tiket kereta api dan kapal laut, serta diskon sekitar 17–18 persen untuk tiket pesawat.
Airlangga menegaskan, kebijakan tersebut diharapkan mampu membuat perjalanan libur Lebaran berlangsung lebih baik dan merata, sehingga tidak menumpuk pada tanggal tertentu.
Menurutnya, pola mobilitas masyarakat Indonesia saat periode liburan memiliki karakteristik unik karena turut mendorong aktivitas ekonomi nasional.
“Saat liburan, mobilitas tinggi. Ketika mobilitas tinggi, spending juga tinggi, ekonomi bergerak. Indeks keyakinan konsumen naik, penjualan elektronik meningkat, dan tingkat hunian hotel penuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan WFA yang dikombinasikan dengan diskon transportasi diharapkan memberikan efek berganda bagi dunia usaha. Sejumlah sektor yang diperkirakan mendapat manfaat antara lain pariwisata, transportasi, hingga perdagangan yang umumnya mengalami peningkatan aktivitas selama periode libur panjang.
“Kalau kita lihat setiap liburan, mobilitas selalu kuat. Ini yang kami dorong agar memberi manfaat bagi para pelaku usaha, termasuk sektor pariwisata,” kata Airlangga.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menyatakan bahwa penerapan WFA akan dirumuskan berdasarkan hasil survei pergerakan masyarakat menjelang Lebaran tahun ini.
“Ya, itu (penerapan WFA) adalah salah satu upaya kita untuk mengatur atau mengurai apabila terjadi kepadatan dan itu akan kita lakukan setelah kita melakukan survei,” kata Dudy saat konferensi pers penutupan Posko Pusat Nataru 2025/2026 di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Oktaviano

















