Jakarta, Aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya menghadirkan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Melchias Marcus Mekeng dalam pemeriksaan kasus dugaan suap pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup di Kementerian ESDM yang menjerat tersangka pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk Samin Tan.

Untuk itu, lembaga antirasuah besutan Komjen Firli ini sedang mengkaji upaya menghadirkan Mekeng secara paksa. Upaya hukum tersebut pun tak dipungkiri Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri. Pasalnya, Mekeng sudah lima kali mangkir dari pemeriksaan.

“Prinsipnya bahwa untuk saksi-sakai yang dipanggil KPK wajib untuk menghadiri, jika kemudian ditemukan adanya kesengajaan untuk mangkir dari panggilan KPK, tentu ada tindakan hukum,” tegas Ali di gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/2).

“Secra normatif aturan hukumnya ini kan saksi di panggil acara patut ya, pertama, kedua dan ketiga, dan mengacu aturan perundang-undangan KUHP pasal 224, dan di UU Tipikor ada pasal 21, tetapi memang perlu dikaji lebih lanjut terkait dengan alasan saksi, yang katakanlah mangkir itu ketika dipanggil tdak ada konfirmasi sama sekali,” ucap Ali menambahkan.

Selain soal panggilan pemeriksaan, penyidik KPK juga akan mengkajian soal perlu tidaknya perpanjangan pencegahan berpergian keluar negeri terhadap Mekeng. Seperti diketahui, Mekeng dicegah berpergian keluar negeri sejak 6 September 20219.

Pencegahan ke luar negeri untuk enam bukan ke depan ini terkait proses penyidikan kasus dugaan suap pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup di Kementerian ESDM.

“Nanti tentunya akan kita lihat secara jelas, ini pencegahan yang keberapa, kalau acara normatifnya pencegahan 6 bulan pertama kemudian diperpanjang untuk 6 kedua,” ujar Ali.

Dalam kasus ini, KPK menduga Samin Tan memberi suap ke mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih sebesar Rp 5 miliar. Diduga suap terkait pengurusan terminasi kontrak tersebut. Diduga Mekeng pihak yang mengenalkan Eni kepada Samin Tan.

Kasus yang menjerat Samin merupakan pengembangan perkara dari kasus suap proyek PLTU Riau-1. Dalam BNN bbrpa Hb bc itu, Eni telah divonis 6 tahun penjara. (FButho)

(Tino Oktaviano)