Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) disaksikan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersiap mengikuti debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat kedua yang hanya diikuti capres tanpa wapresnya itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bidang Ketenagakerjaan Ngadi memperkirakan isu tenaga kerja asing tidak akan dibahas secara mendalam oleh kedua calon wakil presiden dalam debat capres putaran ketiga pada 17 Maret 2019.

“(Isu) tenaga kerja asing akan agak di-skip karena datanya belum valid, masih debatable untuk buktikan itu,” kata Ngadi saat dihubungi, Jumat (15/3).

Namun dia berharap dalam debat ketiga kedua calon wakil presiden setidaknya bisa menerangkan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal sehingga bisa bersaing dengan tenaga kerja asing.

“Bagaimana untuk mengantisipasi supaya tenaga kerja asing tidak banyak menyerbu Indonesia, bagaimana meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal,” katanya.

Ngadi memprediksi dalam debat Minggu (1/3) kedua calon wakil presiden hanya akan memberikan penjelasan secara makro mengenai penyelesaian sejumlah masalah ketenagakerjaan.

“Paling akan berkisar konsep-konsep makro. Memang untuk kandidat capres-cawapres, levelnya makro, konsep umum untuk penyelesaian masalah tenaga kerja,” katanya.

Pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 diikuti dua calon presiden dan wakil presiden, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Pada 17 Maret 2019, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno akan mengikuti debat putaran ketiga yang mengangkat tema tentang pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial dan budaya.

Ant.

(Zaenal Arifin)