Bogor, Aktual.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah mengusulkan Kebun Raya Bogor sebagai warisan dunia atau “world heritage site” kepada organisasi pendidikan, kelimuan, dan kebudayaan PPB atau Unesco.

Kepala Subbagian Kerja sama dan Informasi Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor-LIPI Rosniati Apriani Risna, mengatakan usulan menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai warisan dunia ke Unesco telah dimulai sejak 2010.

“Awalnya yang mengusulkan oleh Bogor 100 salah satu komunitas yang ada di Bogor. Tetapi mandeg, sehingga LIPI menginisiasi untuk mengusulkan kembali,” kata Risna, Senin (22/1).

Menurut Risna untuk mendapatkan pengakuan Unesco, proses tahapannya tidaklah mudah. Diawali dengan pengajuan daftar sementara warisan dunia atau “tentative list” seperti yang diisyaratkan oleh Unesco.

Karena keberadaan Kebun Raya Bogor tidak berdiri sendiri, ada keterlibatan Pemerintah Daerah Kota Bogor, pihak Istana Kepresidenan Bogor sebagai pemangku kewenangan yang perlu diminta komitmennya.

“KRB tidak berdiri sendiri, ada pemangku kepentingan lain yang perlu diminta komitmennya untuk bersama-sama mewujudkan KRB sebagai warisan dunia,” kata Risna.

Menurut dia, komitmen Pemda Kota Bogor diperlukan karena ketika diterima usulan menjadi warisan dunia, pemerintah kota harus menyelaraskan rancangan tata ruang wilayah (RTRW) sejalan dengan KRB.

“Pemkot harus menjadi pembatas mana yang boleh dibangun, dan tidak boleh dibangun terutama di area dekat KRB,” katanya.

Sementara itu Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati Enny Sudarmonowati menambahkan di Indonesia belum ada lembaga konservasi tumbuhan ex situ yang menjadi warisan dunia.

“Kebun Raya Bogor akan menjadi yang pertama,” katanya.

Enny mengatakan pengajuan KRB sebagai warisan dunia sebagai salah satu upaya menyelamatkan KRB dari ancaman, lebih banyak yang dapat ditawarkan dibandingkan Singapore Botanic Garden yang telah lebih dulu mengajukan.

“Selain itu juga dapat meningkatkan nilai jual KRB dalam hal promosi dan kerja sama serta pendapatkan sebagai ekoturism,” kata Enny.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: