Jakarta, Aktual.co — Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi berpandangan bahwa lonjakan harga beras yang terjadi saat ini lantaran  target mafia beras ingin Pemerintah Jokowi melakukan  impor beras sebanyak-banyaknya ke Indonesia.
“Untuk itu, langkah pertama yang akan dilakukan Mafia adalah mendorong naiknya harga beras. Agar stok beras dii gudang Bulog terkuras habis untuk operasi pasar dalam rangka stabiliasasi Harga,” kata Uchok dalam keterangan tertulis yang diterima Aktual.co, di Jakarta, Minggu (1/3).
Uchok menjelaskan bahwa yang diamati oleh mafia untuk memuluskan aksinya adalah bila melihat data terdahulu, realisasi pengadaan Gabah/Beras oleh Bulog yang rata-rata hanya sebesar 46 persen dari target.
HPP (Harga Pembelian Pemerintah) lebih rendah dari harga pasar. Saat ini saja, harga pembelian pemerintah dari masyarakat hanya sebesar Rp3.300/Kg, Sedangkan harga pasar bisa mencapai sebesar Rp12.500.
“Artinya, masyarakat lebih baik menjual beras melalui pasar daripada menjual ke Bulog. Padahal, Bulog membeli Beras melalui mitra Bulog, dan mitra yang aktif menjual ke Bulog hanya sebanyak 50,87 persen saja,”
“Jadi, disimpulkan bahwa metode HPP tidak efektif menyerap hasil produksi pada dalam negeri. Seharusnya, Jokowi tidak hanya blusukan ke mana mana, tapi harus punya pikiran bahwa metode ini harus dihapus. Karena, HPP ini lebih berfungsi sebagai batas terendah dari harga pasar, dan juga sebagai indikator perlu impor beras,” tukas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang