Ilustrasi Masyarakat menggunakan media sosial
Ilustrasi Masyarakat menggunakan media sosial

Jakarta, Aktual.com – Pemerhati Sosial Kemasyarakatan dan Asesor LSP P2-Polri Rusharyanto, menilai bahwa saat ini di berbagai kanal media sosial banyak sekali yang mengaku murtad atau mualaf membuat berbagai komentar untuk mengkritisi pihak atau agama asalnya.

Menurut Rusharyanto, menilai fenomena ini tidak boleh dibiarkan dan harus dicegah dengan membuktikan eksistensi mereka, apakah melakukan kepalsuan dan sengaja adu domba, yang berpotensi mengganggu keharmonisan dalam bermasyarakat.

“Sebaiknya pihak terkait yaitu MUI, Kemenag, BIN, Baintelkam dan Bakorpakem, perlu mengawasi gejala ini sehingga tidak terjadi gesekan dalam masyarakat,” katanya, Rabu (28/9).

Lebih lanjut Rusharyanto menuturkan bahwa, pembelahan masyarakat melalui serangan medsos sudah sangat parah, sehingga eksistensi masyarakat yang dikenal santun tergerus oleh saling serang.

“Kalau ini dibiarkan, maka disintegrasi bangsa akan terjadi. Oleh karena itu pemerintah harus mampu mengembalikan eksistensi masyarakat Indonesia yang dikenal santun dan teposeliro,” terang Rusharyanto.

(Arie Saputra)