Sejumlah anak bermain di jalan yang terendam air luapan sungai di Jeruk Gulung, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (26/3). Akibat meluapnya anak sungai Madiun, sejumlah ruas jalan dan ribuan hektar sawah terendam banjir, sehingga sejumlah sekolah terpaksa diliburkan. ANTARA FOTO/Siswowidodo/ama/16

Ngawi, Aktual.com – Banjir akibat luapan sungai Bengawan Madiun yang sebelumnya melanda wilayah Kota dan Kabupaten Madiun dan sudah surut, kini meluas sampai Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

“Luapan air Bengawan Madiun makin tinggi sejak Rabu (28/9) malam. Hingga pagi ini, masih menggenangi sejumlah wilayah Ngawi yang rawan banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Ngawi Eko Heru Cahyono di Ngawi, Kamis (29/9).

Banjir Ngawi terjadi meluas empat ke Kecamatan, yakni Kecamatan Kwadungan, Pangkur, Padas dan Ngawi. Tujuh desa di Kecamatan Kwadungan yang dilanda banjir, kata dia, yakni Desa Kendung, Simo, Purwosari, Tirak, Diden, Warok Kalong, dan Sumengko.

Di Kecamatan Pangkur, air menggenang di empat desa yakni Warok Tengah, Gandri, Ngompro dan Pleset di Kecamatan Padas melanda Desa Bendo serta di Kecamatan Ngawi melanda Desa Magunharjo.

Ketinggian air berkisar antara 30 sentimeter dan 1 meter. Adapun rumah warga yang tergenang mencapai ratusan rumah. “Jumlah rumah yang kemasukan air mencapai ratusan. Tim di lapangan masih terus mendata. Meski demikian, banyak warga yang memilih bertahan di rumahnya.”

Posko di lokasi yang dianggap aman pun sudah didirikan. Pos komando penanganan bencana tersebut dibangun di Desa Warok Kalong. “Posko sementara ini kami dirikan di wilayah Kecamatan Kwadungan yang merupakan daerah paling parah terkena banjir.”

BPBD meminta warga yang berada di wilayah banjir untuk waspada jika ketiggian air makin tinggi. Dia berharap sore atau malam nanti banjir segera surut.

“Jika hari ini tidak hujan, diharapkan banjir sudah surut. Meski demikian, warga di daerah rawan banjir tetap diimbau waspada mengingat curah hujan masih tinggi.”

(Wisnu)