Jakarta, Aktual.co — Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Denpasar di Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, melelang hasil lukisan karya para narapidana.
“Hasil dari pelelangan akan kembali kepada mereka dan sebagian akan masuk ke kas negara,” kata Kepala Lapas Kelas II-A Denpasar, Sudjonggo di Jimbaran, Kabupaten Badung, Sabtu.
Pelelangan itu digelar di Norwegian Gateway College, sebuah kampus khusus mahasiswa asal Norwegia di Jimbaran.
Sudjonggo menjelaskan bahwa pelelangan tersebut berasal dari inisatif para mahasiswa yang sempat berkunjung ke lapas terbesar di Pulau Dewata itu.
Dia menjelaskan bahwa hasil pelelangan tidak digunakan untuk pembinaan warga binaan karena pihak lapas telah memiliki anggaran sendiri.
“Untuk pembinaan, lapas telah memiliki anggaran sendiri,” ucapnya.
Selain pelelangan, mahasiswa dari Norwegia itu juga melihat secara langsung kebolehan empat narapidana perwakilan yang sangat atraktif melukis di kanvas.
“Kami juga ingin membuktikan bahwa napi-napi kami juga memang benar bisa melukis,” imbuhnya.
Sumbangsih para napi yang berbakat itu, kata dia, akan memberikan nilai tambah bagi warga binaan itu sendiri salah satunya di dalam pemberian remisi.
LP Kerobokan ke depan berencana tidak hanya menampilkan hasil karya para napi kepada mahasiswa Norwegia saja, tetapi juga sejumlah konsulat yang bermarkas di Bali.
Sementara itu panitia penyelenggara setempat Nora Johanne Be menyatakan bahwa pihaknya ingin berkontribusi bagi pengembangan bakat warga binaan khususnya di LP Kerobokan.
“Program ini sangat baik bagi narapidana karena untuk menjalani hari-hari panjang mereka selama menjalani masa tahanan, melukis atau kegiatan positif lain bisa lebih menenanhkan mereka,” katanya.
Dalam pelelangan itu, 29 lukisan dipamerkan untuk dilelang kepada para mahasiswa Eropa itu.
Sejumlah lukisan berhasil terjual dengan rentang harga mulai Rp500 ribu hingga paling tertinggi Rp6,6 juta untuk lukisan “Harimau Bengal”.

()