Jakarta, Aktual.com – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mendorong para lulusan perguruan tinggi untuk dapat menciptakan lapangan kerja baru.

“Untuk itu perlu terus di dorong betul para mahasiswa untuk memasuki dunia usaha baik skala mikro maupun menengah ataupun kecil untuk bisa dirintis dan ditekuni,” kata Muhajir usai menghadiri acara Wisuda Universitas Pancasila di Jakarta, Sabtu (23/10).

Muhajir berharap para lulusan perguruan tinggi akan tampil dengan percaya diri karena memiliki modal sosial apalagi kampus Universitas Pancasila yang punya reputasi akademik dan tradisi keilmuan yang sudah tak diragukan lagi.

Ia mengatakan memang masih ada kesempatan bekerja menjadi pegawai pemerintah atau Aparatus Sipil Negara (ASN) maupun juga perusahaan-perusahaan yang sudah mapan namun lebih bagus para alumni-alumni perguruan tinggi ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Ia menjelaskan saat ini industri start up begitu banyak peluang untuk berkembang dan banyak fasilitas yang diberikan oleh pemerintah baik dalam bentuk uang maupun pembinaan untuk mengembangkan industri tersebut.

“Skema-skema pelatihan yang dijadikan sasaran adalah mahasiswa dan para alumni,” katanya.

Selain itu juga sangat terbuka kartu prakerja yang bisa diakses oleh para alumni bahkan bagi mahasiswa yang mulai belajar mengembangkan industri start up dapatkan akses tersebut.

“Perkembangan teknologi digital tidak bisa ditahan bahkan kita dorong untuk secepat mungkin karena nilai tambah dari ekonomi digital ini sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Sementara itu Rektor Universitas Pancasila prof. Edie Toet Hendratno mengatakan menyiapkan seorang entreprenur itu melalui proses, perlu waktu, perlu latihan yang panjang.

“ITB saja mungkin bisa dihitung siapa yang akhirnya menjadi enterpreneur yang besar mungkin saya boleh sebut Siswono Yudo Husodo, Arifin Panigoro dan mungkin beberapa yang lain tapi yang populer adalah itu,” katanya.

Dikatakannya cita-cita Universitas Pancasila ini ke depan adalah menjadi Entrepreneurial University artinya proses pendidikan menuju seorang alumni yang mempunyai pengetahuan pengusaha itu kami berikan di kampus ini.

“Kami mengundang terus praktisi bisnis supaya memberikan kuliah umum yang bukan bersifat teori tetapi pengalaman pengalaman praktik mereka sehingga para mahasiswa kami itu Mengerti bagaimana dunia industri dunia usaha yang ada di hadapan mereka,” jelasnya.

(Antara)

(A. Hilmi)