Lumajang, Aktual.co — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Jawa Timur, Ribowo menilai potensi bencana di Lumajang adalah yang paling lengkap dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Jawa Timur.
Hal ini mulai dari potensi tsunami, karena berbatasan dengan pantai selatan, potensi lahar dingin Semeru, potensi letusan Semeru dan gempa vulkanik dan tektonik, potensi bencana angin puting beliung, potensi banjir dan tanah longsor. Bahkan, potensi bencana kekurangan air juga biasa terjadi di Lumajang.
Seluruh potensi bencana itu sudah dipetakan oleh BPBD karena selama ini sudah cukup sering terjadi. Daerah terjadinya bencana biasanya terjadi ditempat yang sama karena potensinya memang hanya ada didaerah itu.
Dicontohkan, untuk potensi longsor yang paling sering terjadi adalah ruas jalan Pronojiwo, tepatnya di Piket Nol. Lereng yang menghubungkan Lumajang dan Malang ini setiap musim penghujan selalu saja terjadi longsor dan memutus rute Lumajang Malang.
Potensi banjir sering menimpa Daerah Aliran Sungai (DAS) dari gunung Semeru. Dalam hal ini, penambang pasir diseluruh DAS Semeru diminta untuk berhati-hati karena banjir bisa datang sewaktu-waktu.
Disisi lain, Gunung Semeru dan letak Lumajang dipingir pantai juga rawan terjadi gempa Vulkanik dan Tektonik yang berbahaya bagi daerah yang berada diselatan Lumajang. Potensi puting beliung selama ini sering terjadi diwilayah barat Lumajang seperti Gucialit, Senduro dan Pasrujambe.
“Kita punya Tim Reaksi Cepat (TRC) yang sewaktu-waktu bisa bergerak cepat kelokasi bencana. Mereka sudah sangat terlatih. Tim ini tidak termasuk tim SAR yang siaga terus, apalagi pada musim penghujan seperti sekarang ini,” kata Ribowo, Kamis (27/11).
Untuk potensi kurangnya suplai air sering terjadi diwilayah utara Lumajang. Hal ini diantisipasi dengan menyiagakan truk tangki yang siap mensuplai air jika dibutuhkan.
Artikel ini ditulis oleh:

















