Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri masih mempertimbangkan penangguhan penahanan tersangka Muhammad Arsyad (MA), terkait kasus pencemaran nama baik melalui media sosial facebook terhadap Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Polri Brigjen Kamil Razak menyatakan, pihaknya masih mempertimbangkan penangguhan tersebut. “Jadi harus melengkapi dulu persyaratan administrasinya,” ujar Razak di Bareskrim Polri, Jumat (31/10) malam.
Kamil menjelaskan, persyaratan penangguhan penahanan harus sesuai pasal 31 ayat 1 KUHAP penangguhan diajukan oleh tersangka maupun tersangka, keluarga, atau pengacara tersangka. Dalam pasal itu disebutkan bahwa pihak pemohon menjamin tersangka tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti.
“Dan tersangka itu wajib lapor dua kali seminggu, Senin dan Kamis dalam aturan-aturan itu. Jadi administrasi belum selesai sesuai prosedur. Permohonan itu kita harus pelajari dulu dan harus disiapkan dulu administrasinya,” jelasnya.
Diketahui, MA ditangkap di rumahnya, di Ciracas, Jakarta Timur pada Kamis 23 Oktober 2014. Dia langsung dibawa ke Mabes Polri oleh empat penyidik kepolisian yang berpakaian sipil. MA ditangkap karena dituding telah menghina Jokowi dan Megawati, dengan menggambarkan ilustrasi seronok keduanya.
MA dikenakan Pasal 29 UU No. 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara KUHP 310, 311 dengan kasus penghinaan tertulis.
MA ditangkap setelah ketua tim kuasa hukum Joko Widodo, Henry Yosodiningrat, melaporkan perbuatan tersangka berinisial MA ke pihak kepolisian pada 27 Juli 2014 kemudian MA ditahan pada Kamis, 23 Oktober 2014.

()

(Nebby)