Jakarta, Aktual.co — AKBP PN, oknum anggota polisi Direktorat Tindak Pidana Nakoba Bareskrim Polri, telah diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. PN diduga memeras seorang bandar narkoba di kawasan, Bandung, Jawa Barat. 
Hari ini, perkara tersebut kini telah diserahkan ke Bareskrim Polri guna diselidiki adanya tindak pidana yang dilakukan oknum tersebut. “Hasil periksaan dari Divisi Propam diserahkan ke saya, untuk ditindaklanjuti dalam proses pradilan umum,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Budi Waseso di Lapangan Bhayangkara Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Senin (11/5).
Dijelaskan Budi, setelah menerima berkas pelimpahan dari Divisi Propam Polri, pihaknya juga telah menerima pelimpahan sejumlah barang bukti berupa uang miliaran rupiah yang diduga sebagai uang hasil pemerasan yang dilakukan oknum anggota polisi tersebut.
Menurut pria yang akrab disapa Buwas itu, perkara AKPB PN akan diproses secara pidana dan juga disidang dalam pradilan umum. Dia juga tidak menutup kemungkinan, oknum anggotanya itu juga akan dipecat dari institusi kepolisian.
“Dia (AKPB PN) petugas, tetapi memanfaatkan tugas itu untuk penyimpangan dan kepentingan pribadi. Ini pas di luar tugas,” kata Buwas.
Sebelumnya, oknum perwira menengah Polri berinisial PN diduga menangkap seorang bandar narkoba di Bandung, Jawa Barat, dengan barang bukti berupa sabu seberat dua kilogram.
Kemudian, AKBP PN diduga meminta uang sebesar Rp 5 miliar kepada bandar sabu jika ingin kasus tak berlanjut. Bandar pun mengabulkan permintaan oknum dengan menyerahkan uang Rp 3 miliar.
Namun, saat oknum polisi PN itu menagih sisanya sebesar Rp 2 miliar, bandar malah melaporkan perbuatan PN ke Mabes Polri. Mendapati laporan tersebut, Divisi Pengamanan Internal (Paminal) segera menangkap PN.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu