Jember, Aktual.com – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Jember Berdikari (AJB) mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijalan Rasuna Said Kuningan, Jakarta, Jumat (18/6).
Kedatangan mereka untuk meminta lembaga anti korupsi tersebut turun ke Kabupaten Jember, guna mengusut dugaan penyimpangan dana penanganan Covid-19.
Dikonfirmasi lewat telepon, koordinator demo Tanzul mengatakan, kedatangan mahasiswa asal Jember tersebut untuk menyampaikan aduan terkait adanya dugaan penyimpangan dana Covid-19 tahun 2020.
“Kami hanya ingin agar KPK memperhatikan aspirasi dari masyarakat disini. Khususnya dari teman-teman mahasiswa asal Jember yang berada di Jakarta,” kata Tanzul.
Dalam orasinya para pendemo meminta ketua KPK Firly Bahuri untuk segera memeriksa mantan bupati Jember Faida terkait ketidakjelasan penggunaan dana anggaran Covid-19 tahun 2020.
Selain berorasi pendemo juga membentakangkan spanduk dan poster bertuliskan ‘KPK Segera panggil bupati Jember, Faida’ dan ‘Periksa Maling Dana Covid-19 di Jember’.
Tanzul mengklaim pihaknya masih mengumpulkan bukti – bukti lainnya untuk diserahkan ke KPK sebagai bahan untuk penyelidikan.
“Untuk kemudian akan kami serahkan kepada KPK sebagai aduan masyarakat,” ujar Tanzul.
Terpisah,  Pansus Covid-19 DPRD juga telah memanggil Satgas Covid-19 Jember,  terkait adanya anggaran sebesar Rp. 107 miliar yang diduga tidak jelas penggunaannya.
Munculnya anggaran Rp. 107 miliar tersebut berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk APBD Kabupaten Jember tahun anggaran 2020.
Bahkan BPK RI memberikan opini Tidak Wajar (TW) atas hasil pemeriksaan keuangan daerah Jember tersebut.
(Aminudin Aziz)
(Nusantara Network)