Jakarta, Aktual.co —Unjuk rasa menolak kenaikan BBM kembali dilakukan oleh gabungan mahasiswa di Kota Bogor, Jawa Barat dengan melakukan penutupan jalan, Selasa (25/11).
Aksi yang dimulai pukul 09.30 WIB diawali di depan Tugu Kujang Jalan Padjajaran, mahasiswa berorasi dan melakukan penutupan jalan selama kurang lebih 30 menit.
Usai berorasi di Tugu Kujang, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HMI, PMII, GMNI melakukan “longmarch” menuju Balai Kota Bogor.
Dalam aksinya, mahasiswa berjalan kaki menutup ruas jalan hingga menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Padjajaran menjadi tersendat.
Mahasiswa terus menyerukan aspirasnya menolak kebijakan Presiden Joko Widodo menaikkan harga BBM bersubsidi yang dinilai menyengsarakan rakyat kecil.
Selama melakukan aksi, mahasiswa berorasi di sejumlah titik seperti di pertigaan Jalan Jalak Rahupat, selama kurang lebih 20 menit hingga menutup akses kendaraan yan akan melintas.
Mahasiswa kembali melanjutkan aksinya berjalan kaki menuju Istana Bogor, di depan gerbang istana massa kembali berorasi.
Usai berorasi di depan gerbang istana, mahasiswa bergerak menuju Balai Kota untuk kembali berorasi.
Aksi mahasiswa mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian yang mencegah agar mahasiswa tidak menutup jalan di depan Balai Kota.
Mahasiswa diperbolehkan berunjuk rasa di depan Plaza Balai Kota, selain berorasi mahasiswa juga membakar ban bekas.
Dalam orasinya mahasiswa juga mengkritisi program sehari tanpa kendaraan oleh Pemerintah Kota Bogor sebagai bentuk pencitraan serta mendukung kenaikan BBM.
Mahasiswapun mendesak Wali Kota Bogor untuk keluar dan mendengarkan aspirasi mereka.
Selama lebih 30 menit berorasi mahasiswa mendesak agar wali kota keluar menemui massa dengan bergerak menuju gedung Balai Kota.
Sempat terjadi dorong-dorongan antara aparat dan mahasiswa yang mendesak untuk masuk ke Balai Kota.
Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman bersedia menemui mahasiswa dan memberikan penjelasan atas aspirasi yang disampaikan.
Menurut Usmar kenaikan BBM sudah ditetapkan dan diputuskan sehingga tidak bisa lagi ditolak dan harus dijalankan.
“Terkait satu hari tanpa kendaraan bukan untuk pencitraan, kita hanya mencoba menumbuhkan budaya naik angkot dan bersepeda di masyarakat, mengurangi kepadatan dan polusi di Kota Bogor,” kata Usmar.
Dalam orasinya mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya menggugat kenaikan harga BBM, memberantas mafia migas, stop arogansi aparatur pemerintahan, bubarkan SKK migas, nasionalisasi aset-aset asing dan laksanakan reformasi agraria.

(Andy Abdul Hamid)