Makasar, Aktual.co — Sejumlah mahasiswa di beberapa daerah, termasuk Makassar, konsisten dan terus melakukan kampanye mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk berunjuk rasa pada 20 Mei 2015.
Ketua Umum Forum Mahasiswa Lintas Kampus (Formalk) Makassar, M Awal, mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya terus aktif melakukan konsolidasi dan pertemua aktivis lintas kampus di Makassar.
“Intinya mengajak kawan kawan untuk tetap membangun kekuatan gerakan menuju 20 Mei hari penggulingan Jokowi-JK,” katanya, kepada Aktual.co, Senin (13/4).
Menurut Awal, saat ini pemerintahan Jokowi-JK tidak pro rakyat dan cenderung semakin pro pada asing dan antek-antek kapitalisme.
Pengkhianatan terhadap cita-cita dan visi misi yang dicanangkan pada kampanye kemarin menjadi bukti jika rejim Jokowi-JK sudah tidak pro rakyat.
“Kami menentang keras kebijakan kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat,” tambahnya.
Sementara, Koordinator aksi HMI MPO Cabang Makassar, Riswan, juga melakukan aksi kampanye mengajak mahasiswa, lembaga kemahasiswaan dan organisasi mahasiswa, untuk menyatukan langkah dan tetap solid dalam persiapan 20 Mei.
“Kami tetap konsisten dan berjuang untuk melakukan aksi 20 Mei nanti,” ujar Riswan.
Aksi yang dilakukan tersebut sebagai bentuk aksi kampanye terhadap rezim Jokowi-JK yang dinilai telah menunjukkan watak aslinya sebagai rezim yang tidak pro pada nasib rakyat kecil.
“Salah satunya adalah pencabutan subsidi BBM. Pada akhirnya tentu akan berefek domino pada tidak stabilnya harga BBM dan kenaikan harga kebutuhan masyarakat secara terus menerus,” tuturnya.
Padahal, menurut Riswan, konstitusi negara ini telah mengamanahkan dalam pasal 33 ayat 2 dan ayat 3, tentang cabang produksi yang penting bagi negara dan hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
“Maka ketika negara telah mencabut subsidi maka hal tersebut merupakan sinyal bahwa negara tidak lagi berpihak pada rakyat kecil,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh: