Medan, Aktual.co — Massa mahasiswa mengatasnamakan Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Medan dan Forum Perjuangan Mahasiswa Fisip USU menggelar aksi peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) di Bundaran Majestyk/SIB, Medan, Sabtu (2/5)

Dalam pernyataan sikapnya massa mahasiswa itu menegaskan penolakan atas perdagangan pendidikan.

“Tolak liberalisasi dan kapitalisasi pendidikan,” ujar pimpinan aksi Dinal Arif Panjaitan dalam orasinya.

Menurut Dinal, sejatinya, pendidikan selain alat untuk membangun mental dan kemampuan setiap orang menuju kedewasaan berfikir, pendidikan adalah hak setiap orang sebagaimana amanah undang-undang dasar.

“Namun sekarang berkata lain, pendidikan dijadikan komoditi atau barang dagangan, dan dengan sendirinya pendidikan tidak lagi mencerdaskan atau memanusiakan manusia, melainkan menjadi alat meraup keuntungan,” kata dia.

Menurut Dinal, argumentasi itu tidak sulit untuk membuktikannya. Yakni, sejak keterlibatan Indonesia dalam kesepaktan GATs (General Agreement on Trade Serivce) pada 1994 di Genewa-Swiss, yang intinya menyepakati liberalisasi perdagangan 12 sektor jasa, maka sejak saat itu pemerintah mulai menyusun road map liberalisasi pendidikan.

“Sampai saat ini, muara dari liberalisasi adalah lahirnya berbagai produk undang-undang yang terus menghalangi rakyat mengakses pendidikan. Seperti UU Sisdiknas, UU PT BHMN, UU Pendidikan Tinggi, yang kesemuanya telah menghilangkan peran dan tanggung jawab negara memberikan pendidikan berkualitas,” tukasnya.

Pantauan, aksi itu berjalan lancar dengan pengamanan sejumlah aparat kepolisian. Massa sempat membakar ban bekas dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan mahasiswa dan lagu-lagu pendidikan. Tak terlihat kemacetan akibat aksi itu. Setelah berorasi dan menyatakan sikapnya, massa membubarkan diri.

Artikel ini ditulis oleh: