Jakarta, Aktual.co — Eskalasi pergerakan mahasiswa semakin meningkat dan menuntut Presiden Joko Widodo mundur pasca penaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Terkait hal itu, Anggota Fraksi PDIP DPR RI Trimedya Panjaitan menilai pemerintahan presiden Joko Widodo belum satu tim layaknya tim sepak bola.
“Saya kira wajar, tuntutan mahasiswa. Tapi perlu di ingat pemerintahan pak Jokowi baru 6 bulan. Ibarat tim sepak bola belum cocok lah, mungkin nanti di babak kedua semua target bisa terlaksana semua,” kata Trimedya di DPR, Jakarta, Senin (30/3)
Namun, Trimedya mengaku maklum dengan persoalan tersebut, sebab Jokowi menjabat presiden baru enam bulan. “Jadi, pemerintahan sekarang masih mencoba mensinergikan disetiap kementeriannya,” katanya
Trimedya berharap agar publik bisa bersabar supaya pembangunan bisa berjalan dengan baik.
Sementr itu, Trimedya mengatakan apa yang dilakukan Jokowi sekarang sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, dan tidak ada unsur muatan politik apapun.
“Dilihat niat beliau, sepanjang yang saya tahu pak Jokowi sangat tulus ingin membenahi negara ini jauh lebih baik. Mengelola negara tentu tidak sama dengan kota Solo dan DKI,” katanya.
Perlu diketahui, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri menangis saat pidato menanggapi kenaikan harga BBM bersubsidi di era SBY. Kini suara PDIP belum terdengar di saat Presiden yang diusungnya menaikan harga BBM.

Artikel ini ditulis oleh: