Jakarta, Aktual.co — Para pengrajin produk mainan tradisional harus berjuang keras untuk mendapatkan pasar dari serbuan produk permainan impor.

“Stan mainan tradisional pada pameran Toys and Kinds Expo di Bandung ini tak seramai stan yang menawarkan aneka mainan modern yang sudah populer,” kata Awaludi Fatjrie (27) peserta pameran Toys and Kinds Expo 2015 di Graha Siliwangi Kota Bandung, Minggu (15/3).

Menurutnya, stan yang manawarkan permainan tradisional selalu sepi pembeli. Beda hal bila permainan tradisional itu dijajakan pada acara hari bebas kendaraan atau acara pola asuh dan pendidikan.

“Di sana tanggapan masyarakat bagus, terutama bagi permainan tradisional,” katanya.

Ia mengeluhkan serbuan mainan modern impor yang masuk ke pasar dalam negeri berdampak terhadap keberadaan permainan tradisional di Indonesia.

“Mainan modern yang telah populer kebanyakan didukung dari berbagai sarana, seperti film, iklan dan teknologi. Wajar bila masyarakat sekarang lebih mengenal mainan modern daripada mainan tradisional,” kata Awaludi yang berasal dari Yogyakarta itu.

Awaludi mengatakan, hal yang dibutuhkan bagi pengrajin mainan tradisional saat ini adalah dukungan pemerintah serta masyarakat agar permainan tradisional tetap bertahan dan bisa mengikuti permintaan pasar.

“Seharusnya masyarakat menilai mainan tak cuma dipakai buat bermain, tapi perlu menggali juga nilai apa dan bagaimana mainan itu bisa memberi manfaat kepada diri sendiri, sesama dan lingkungan,” katanya.

Abdul Aziz (38), salah seorang pembeli mainan tradisional mengharapkan adanya inovasi baru agar permainan tradisional kian diminati masyarakat.

“Mainan tradisional jangan hanya terbuat dari kayu, coba dibuat dari bahan metal biar lebih menarik,” katanya.

Menurut Aziz permainan tradisional mampu membuatnya bernostalgia tentang masa kecilnya sekaligus permainan rakyat tempo dulu.

“Tadi saya beli yoyo kayu, soalnya dulu pas kecil sering bermain ini,” katanya menambahkan.

Artikel ini ditulis oleh: