Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Komisi X DPR periode 2009-2014 Mahyudin hari ini memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politikus asal Partai Golkar itu bakal diperiksa sebagai saksi untuk kasus Wisma Atlet.

Ketika tiba di gedung KPK, dia pun mengaku tak tahu pirahal kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumatera Selatan tahun 2010-2011 yang menjerat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Selatan sekaligus Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet SEA Games Rizal Abdullah itu.

“Saya tidak tahu, ini kan baru dipanggil, saya masuk dulu ya,” kata dia ketika tiba di gedung KPK, Rabu (5/11).

Dia pun mengaku, tak tahu pengajuan anggaran proyek itu sebesar Rp416 miliar. Namun, DPR hanya menyetujui memberikan anggaran Rp200 miliar.

Dalam kasus dugaan ‎korupsi pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumatera Selatan tahun 2010-2011, Rizal disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Rizal diduga melakukan mark up atau pengelembungan anggaran. Adapun nilai kerugian negara dalam kasus itu sebesar Rp25 miliar.

(Wisnu)

(Eka)