Jakarta, Aktual.co — Mantan Mendikbud Mohammad Nuh membantah Kurikulum 2013 (K-13) mengajarkan radikalisme, karena kurikulum itu justru mengajarkan toleransi dengan pendekatan baru.
“Bahkan, ada bab khusus toleransi yakni Bab XI, sedangkan bab-bab lain juga ada contoh-contoh tentang toleransi. Kalau K13 mengajarkan radikalisme, tentu sejak dulu sudah ketahuan,” katanya di UIN Malang, Minggu (29/3).
Secara umum, buku K13 justru memberi contoh-contoh tentang toleransi, diantaranya Sayyidina Ali yang terlambat shalat karena ada orang tua non-Muslim yang berjalan lambat didepannya.
“Itu toleransi, bahkan buku K-13 ada bab khusus pada Bab XI,” katanya.
Menurut Nuh, buku yang mengajarkan radikalisme itu justru ada pada buku Pendidikan Agama Islam pada halaman 78 yang dikeluarkan tim MGMP PAI Kabupaten Jombang.
“Itu sudah disebut media massa, tapi kenapa tuduhan diarahkan ke buku K13? Saya kira tuduhan itu punya target yakni menghapus kompetensi sikap spiritual dan kompetensi sikap sosial dalam K13 itu,” katanya.
Kompetensi sikap spiritual dan sosial itu akan dihapus pada semua materi pembelajaran K13 dan hanya disisakan pada Pendidikan Agama dan Kewarganegaraan, padahal K13 mengajarkan tiga kompetensi (sikap, keterampilan, pengetahuan) pada semua materi.

Artikel ini ditulis oleh: