Jakarta, Aktual.co — Mantan Menteri Perhubungan Budi Muliawan Suyitno mengatakan bahwa pengawasan Pemerintah terhadap penerbangan Low Cost Carrier (LCC) di maskapai lokal masih sangat lemah.
Ia menceritakan bagaimana hasil-hasil temuannya saat dirinya tergabung dalam tim Evaluasi Keamanan dan Keselamatan Transportasi (EKKT).
“Pengawan LCC di maskapai lokal masih sangat lemah, dulu waktu kita di tim EKKT, kami menyadari betul banyak lobang-lobang di penerbangan itu yang bisa dimanfaatkan, jadi misalnya saja pramugarinya dibayar murah, perawatannya juga dihemat, ini yang tidak boleh. Itulah temuan kita waktu itu,” kata Budi saat ditemui di Jakarta, Sabtu (10/1).
Ia menerangkan bahwa penerbangan itu kompleks sekali, mulai dari Sumber Daya Manusi (SDM) sampai runway (landasan pacu).
“Mulai dari SDM-nya, perawatannya, terminalnya, bandaranya, bengkel-bengkelnya, sampai runwaynya dan lainnya. itu merupakan satu kesatuan. Penerbangan itu langitnya luas tapi tidak boleh ada kesalahan sedikitpun,” ujarnya.
Ia menambahkan terkait infrastruktur saat ini. Dikatakannya, terminal di bandara Soekarno Hatta yang dibangun
Melihat perkembangannya yang begitu pesat memang masih kurang. Terminal soeta dulu dibangun tahun 1985 itu diperuntukan bagi 20 juta penumpang. Kemudian, ditambah terminal tiga itu menjadi untuk 30 juta penumpang.
“Tapi sekarang sudah lebih, 70 juta penumpang di 2014 kemarin, itu kan ada kelebihan penumpang, belum lagi runwaynya baru dua. Belum teknologinya, hanya bisa mengakomodir landing pesawat tiap setengah menit, karena reparasinya juga sudah tidak bisa lebih rapat lagi. Begitulah masalahnya,” imbuhnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















