Jakarta, Aktual.co —Pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbot yang mengungkit bantuan saat Aceh dilanda tsunami, terus menuai kemarahan.
Bahkan dikabarkan, ada pengungsi yang mendapat bantuan rumah dari Australia, berencana mengembalikannya. “Pengungsi-pengungsi di Aceh Barat yang dulu mendapat bantuan rumah dari Australia juga berencana mengembalikan rumah bantuan dari Australia,” kata Anggota Komisi III DPR RI dari Aceh, Nasir Djamil, di Jakarta, Minggu (22/2).
Tak hanya pengungsi, mahasiswa-mahasiswi Aceh yang juga pernah belajar dan menerima bantuan dari Australia juga dibuat marah. Mereka dikabarkan akan mengembalikan bantuan yang pernah diterimanya dari Negeri Kanguru itu.
“Laporan yang saya terima, mahasiswa-mahasiswa yang pernah kuliah di Australia juga konon membicarakan masalah ini, mereka ingin mengembalikan bantuan beasiswa yang mereka terima,” kata Nasir.
Menurut masyarakat Aceh yang ditemuinya, ujar Nasir, pernyataan Abbot sama saja dengan menghina korban tsunami, terutama yang meninggal saat tsunami.
Pernyataan itu, menurut dia, sangat menghina sekali. “Ini menyangkut harga diri masyarakat Aceh dan pemerintah Indonesia,” ujar dia.
Menurutnya, sangat tidak pantas seorang perdana menteri mengucapkan pernyataan seperti itu. “Walaupun sudah dibantah,” kata Nasir.
Saat ini, ujar dia, aksi solidaritas berupa pengumpulan koin juga sedang berlangsung di Banda Aceh. Ada beberapa komponen yang mengumpulkan Koin Garuda Indonesia untuk Australia. Seperti Kesatuan Aksi Muslim dan Muslimin Indonesia (KAMMI) Aceh.
Gubernur Aceh juga dikabarkan sudah bereaksi atas sikap Australia itu.
“Kami akan hantarkan langsung Koin Garuda Indonesia untuk Australia ke kedubes Australia,” ujar Nasir.
Artikel ini ditulis oleh:














