Malang, Aktual.co — Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Indra Kresna, mengaku siap memberikan data dan memfasilitasi aduan masyarakat kepada Satgas Investigasi di bawah Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Ini terkait maraknya investasi bodong dengan nama Manusia Membantu Manusia (MMM) yang sudah masuk di Kota Malang.
Data OJK Malang menyebut, sebanyak 20 orang sudah mengaku dirugikan dengan lembaga keuangan dari luar negeri ini.
“Kami banyak menerima aduan masyarakat soal investasi bodong utamanya MMM” Kata Indra Kresna, Senin (25/5) di Malang, Jawa Timur.
Kendati mengadu, namun OJK tidak bisa berbuat banyak, lantaran kasus MMM tidak masuk dalam ranah yang diawasinya, sehingga mereka sempat menginstruksikan agar pengadu lapor ke polisi.
“Ternyata mereka juga tidak lapor ke polisi,” timpalnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, OJK sudah sering mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan iming-iming return investasi yang tinggi.
“Dalam beberapa kesempatan kami sering katakan kalau ada lembaga investasi menawarkan keuntungan di atas 30 persen pasti bodong,” tandasnya.
Karenanya, OJK berharap masyarakat lebih intensif dengan berani melaporkan masalah ini ke kepolisian dan bersedia menjadi saksi atas adanya investasi bodong.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka















