Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia perwakilan Jayapura, Provinsi Papua, melakukan sosialisasi peredaran uang palsu kepada masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Biak Numfor.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jayapura Hasiholan Siahaan mengatakan, maraknya peredaran uang palsu diharapkan memberikan edukasi masyarakat Biak untuk selalu waspada beredarnya uang palsu dengan pecahan tertentu.
“Edukasi ke masyarakat soal keaslian uang rupiah diharapkan memberikan pengetahuan warga untuk selalu berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli dalam upaya mencegah peredaran uang palsu di Biak sekitarnya,” harap Kepala Bank Indonesia Jayapura Hasiholan Siahaan di Biak, Sabtu (9/5).
Disinggung soal kemungkinan uang palsu beredar di wilayah Papua dan Papua Barat, menurut Hasiholan, berdasarkan data sangat minim mencapai satu lembar setiap satu juta lembar uang asli.
Sedangkan secara nasional, menurut Hasiholan, peredaran uang palsu mencapai sembilan per satu juta lembar uang asli. “Meski data peredaran uang palsu di Papua sangat minim tetapi warga dan pelaku usaha harus meningkatkan kewaspadaan sehingga dapat mengetahui ciri dan keaslian uang asli,” katanya.
Di wilayah kerja BI Perwakilan Jayapura sendiri, lanjutnya, jumlah peredaran uang palsu masih tergolong kecil tetapi perlu kehati-hatian masyarakat menerima uang saat bertransaksi.
“Secara umum, ciri keaslian uang rupiah dikenali dari unsur pengamanan yang tertanam pada bahan uang dan teknik cetak. Adanya tanda air dan electrotype dan benang pengaman,” kata Hasiholan.
Sedangkan ciri lain uang asli, menurut dia, pada uang asli terdapat tanda air berupa gambar yang akan terlihat apabila di terawang ke arah cahaya. Sosialisasi kebanksenralan Bank Indonesia dan mengenal uang palsu yang diikuti 110 peserta perwakilan bank umum dan BPR, kasir supermarket, customer perbankan itu, diselenggarakan Bank Indonesia perwakilan Jayapura bekerja sama dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah Kabupaten Biak Numfor.
Beberapa pimpinan bank tampak hadir diantaranya Pimpinan Bank Mandiri Budi Kurniawan, Pimpinan Bank Rakyat Indonesia Elbari dan Pimpinan Bank Danamon Benny Latuhaimallo.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu